Social Icons

Pages

Sabtu, 13 Juli 2013

Kiat mengajarkan anak untuk berpuasa



Anak kecil memang tidak wajib menjalankan ibadah puasa. Namun Anda bisa mengajari mereka sejak dini. Simak tips tentang mengajarkan anak untuk berpuasa selengkapnya seperti yang dilansir dari Amuslima berikut ini.

Ciptakan suasana yang menyenangkan dan hidangkan makanan yang lezat ketika sahur untuk menghadapi anak yang mengantuk dan susah bangun.

Siapkan makanan kesukaan anak, tentu saja makanan tersebut tetap harus bernutrisi tinggi.

Tambah asupan serat dan protein agar anak bisa menahan lapar dan merasa kenyang lebih lama.

Jika di siang hari anak mengeluh lapar dan tidak bisa menahannya lagi, biarkan mereka berbuka namun harus menahan lapar lagi sampai waktu berbuka sebenarnya tiba. Puasa setengah hari adalah latihan yang paling umum bagi anak untuk belajar menahan lapar.

Ketika berbuka, berikan makanan yang manis seperti teh, susu, atau jus buah agar bisa lekas dicerna dan memberikan energi bagi anak. Minuman tersebut pun disarankan disajikan hangat dan tidak dingin.

Berikan motivasi berupa penghargaan bagi anak jika mereka mampu berpuasa penuh satu hari.

Jangan biarkan anak makan dalam porsi besar ketika berbuka. Selain kurang baik bagi kesehatan, makan berlebihan saat berbuka juga bisa membuat anak trauma untuk berpuasa.

Demikian berbagai tips mengajarkan anak untuk berpuasa. Apakah Anda punya trik lain agar anak mau ikut puasa di bulan puasa?.(src)

Mendadak Melahirkan caesar bisa tingkatkan risiko komplikasi



Wanita yang melahirkan caesar secara mendadak diketahui lebih berisiko untuk mengalami komplikasi saat mereka hamil lagi di masa mendatang. Risiko komplikasi saat melahirkan meningkat hingga 12 persen.

Prosedur caesar secara mendadak dilakukan ketika proses melahirkan mengalami komplikasi selama kehamilan. Proses ini bisa merusak suplai darah ke rahim dan menimbulkan risiko komplikasi yang tinggi. Sejauh ini wanita bisa melakukan tiga jenis operasi caesar. Pertama adalah karena terpaksa dan mendadak, yang kedua adalah atas permintaan ibu, dan ketiga atas saran dokter.

Caesar yang dilakukan dengan rencana diketahui tak terlalu berisiko bagi ibu dan bayi. Namun ibu yang melahirkan secara caesar diminta untuk menunggu lama sebelum memiliki anak lagi. Yang paling lama adalah ibu yang melahirkan secara caesar atas keinginannya sendiri.

Peneliti kemudian mencari tahu efek operasi caesar pada kesehatan ibu dan kemungkinan komplikasi di masa mendatang. Mereka menggunakan data dari 800.000 ibu selama 30 tahun di Denmark. Hasilnya, mereka menemukan bahwa ibu yang melahirkan secara caesar memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Namun ibu yang melahirkan caesar secara mendadak berisiko paling tinggi.

Wanita yang memilih melakukan caesar tanpa alasan medis seperti membahayakan nyawa ibu dan bayi biasanya lebih sulit untuk hamil lagi. Peneliti menjelaskan bahwa tren semacam ini biasanya dipilih oleh ibu yang sudah berusia lanjut dan tak ingin memiliki banyak anak.

Patric O'Brien dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists menjelaskan bahwa wanita sebaiknya mewaspadai peningkatan risiko ini. Namun tak perlu terlalu khawatir, seperti dilansir oleh Daily Mail (12/07).

Mengejutkannya, peneliti juga menemukan bahwa ibu yang melakukan operasi caesar berisiko tinggi terkena penggumpalan darah dan infeksi. Mereka juga lebih sulit menjalin hubungan dengan anak. Selain itu, bayi yang dilahirkan secara caesar memiliki risiko kematian lebih tinggi pada bulan-bulan pertama dibanding bayi yang lahir secara normal.(src)